MENTERI PERTANIAN KUNJUNGAN KERJA KE PERBATASAN NEGARA

  • Whatsapp
Gambar : Menteri Pertanian sedang memberikan sambutan dalam kunjungan kerja di daerah Perbatasan Sebatik

SEBATIK – Sejak terpilih menjadi Menteri Pertanian dalam pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla, H. Andi Amran Sulaiman sudah merencanakan untuk berkunjung ke Pulau Sebatik, Provinsi Kalimantan Utara. Namun, baru pada saat ini (23 Oktober 2017) ia dapat merealisasikan agenda tersebut, disebabkan berbagai kesibukan dalam tugas negara.

Dalam kunjungan kerja ini, Menteri Pertanian ini didampingi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Provinsi Kalimantan Utara H. Syaiful Herman dan Bupati Hj. Asmin Laura Hafid.

Menteri lulusan dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini, menyatakan bahwa Pulau Sebatik memiliki potensi di bidang pertanian, seperti sawit, kakao, pisang, kelapa, lada, dan padi. Ia juga mengajak masyarakat perbatasan untuk mengelola Sumber Daya Alam (SDA) dengan  tidak membiarkan lahan pertanian menjadi lahan tidur.

“Tanami semua ini, jangan ada lahan yang tidur. Tidak ada pemalas yang jadi konglomerat, ayo kita kerja, kerja, kerja,” Ujar saat memberikan sambutannya. Senin, 23 Oktober 2017.

Ia juga berkomitmen untuk menjadikan daerah perbatasan Sebatik sebagai lumbung pangan nasional, sehingga dapat mengekspor hasil pangan ke negara tetangga seperti Malaysia dan Filipina.

“Kita ingin bangun lumbung pangan didaerah perbatasan ini, maka kita lihat apa yang bisa digerakkan disini, bisa kita ekspor ke negara tetangga,” Ujarnya.

Amran, nama sapaan akrab menteri kelahiran Bone (Sulawesi Selatan) 27 April 1968, memiliki aktivitas sangat padat. Saat tiba di Pulau Sebatik, ia langsung meninjau kondisi patok perbatasan negara, yakni Patok 3 di Desa Aji Kuning. Di Pulau Sebatik terdapat 18 patok perbatasan negara  yang memisahkan wilayah darat antara Indonesia dengan Malaysia.

Kemudian ia menuju ke Desa Bukit Aru Indah. Di Desa ini, ia melakukan panen padi bersama masyarakat. Panen padi ini menggunakan bantuan dengan alat pertanian modern.

Setelah tiba di Desa Bukit Aru Indah, Amran menuju ke Desa Tanjung Aru. Di Desa ini, ia melakukan penanaman padi bersama petani. Penanaman padi ini sebagai wujud perancangan musim tanam padi kedua di tahun 2017 di Pulau Sebatik.

Amran juga menyaksikan lomba tanam padi dan demonstrasi Inseminnasi Buatan (IB). Mengakhiri kunjungannya, ia menyerah bantuan kepada masyarakat perbatasan, seperti bantuan mesin tanam padi, hand tractor, benih kelapa sawit, benih cengkeh, paket bantuan LDPM, dan benih padi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *